Bunga Anggrek dan Jenis-jenisnya

Anggrek termasuk dalam famili "Orchidaceae" atau anggrek-anggrekan. Dalam bahasa yunani, "Orcidaceae" atau "orchid" berasal dari kata orchis yang berarti buah zakar. Jadi pada zaman dahulu, bunga anggrek justru melambangkan simbol kejantanan. 

Anggrek biasa digunakan dalam mempercantik kebun. Namun selain itu, sebenarnya masih banyak manfaat anggrek ini. Anggrek dapat digunakan sebagai bahan dalam membuat parfum dan minuman. Contoh anggrek tersebut yaitu vanila, jenis anggrek ini biasa digunakan dalam industri minuman (untuk rasa manis khas vanila). Anggrek lainya yaitu anggrek darat ungu, jenis ini digunakan dalam bumbu sup dan minuman khas Turki.

Gambar Bunga Anggrek


Anggrek termasuk ke dalam subdivisi tanaman berbiji tertutup atau angiospermae, kelas tanaman monokotil (berbiji tunggal), ordo orchidaceae. Tanaman ini paling banyak ditemui di daerah beriklim tropis. Hal ini dikarenalkan agroklimat daerah tropis cocok untuk pertumbuhan anggrek itu sendiri. 

Dibanding tanaman bunga lainnya, anggrek memiliki banyak jenisnya. Menurut para ahli tumbuh-tumbuhan dunia, jenis anggrek diperkirkan memiliki lebih dari 25.000 jenis. Namun karena ada terjadinya kerusakan pada lingkungan dan hutan, banyak spesies anggrek yang punah lebih dahulu sebelum teridentifikasi. 

Di Indonesia memiliki lebih dari 4.000 jenis anggrek. Jenis anggrek tersebut tersebar merata di semua pulau. Beberapa pulau yang terkenal karena kekayaan anggreknya diantaranya yaitu Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa. 

Anggrek bulan dan anggrek kantung merupakan anggrek yang paling terkenal di Indonesia. Bahkan anggrek bulan dijadikan sebagai bunga "puspa pesona" atau bunga nasional negara Indonesia. 

Morfologi Anggrek


Akar

Akar anggrek berbentuk silindris, berdaging, lunak dan mudah patah. Pada bagian ujung akarnya meruncing dan lengket. Warna akarnya yaitu putih keperak-perakan ketika kering dan pada ujungnya berwarna hijau.

Batang

Anggrek memiliki bentuk batang yang beraneka ragam. Bentuknya ada yang ramping, gemuk berdaging seluruhnya atau gemuk berdaging sebagaian saja. Batang anggrek dibagi menjadi du tipe yaitu simpodial dan monopodial.

Daun

Anggrek memiliki daun yang beragam bentuk. Ada yang bulat telur, bulat telur tebalik (bagian atas lebar dan bagian pangkal kurang lebar), ada yang berbentuk pita(bentukn daunnya mirip tebu). Untuk tebal daunnya beragam. Daunnya tidak bertangkai dan terdapat pada batang.Tulang daun sejajar. Susunan daun berselang-seling.

Bunga

Bunga anggrek tersusun dalam karangan bunga. Dalam satu karangan bunga bisa terdapat satu kuntum bunga atau lebih. Bunga anggrek memiliki beberapa bagian utama yaitu sepal (daun kelopak), petal (daun mahkota), stamen (benang sari), pistil (putik), dan bakal buah (ovarium).

Buah

Buah anggrek merupakan capscular atau lentera yang memiliki enam rusuk. Dalam buah anggrek tersebut memiliki ribuan biji. Namun biji anggrek tidak memiliki endosperm atau cadangan makanan.

Biji

Dalam satu buah anggrek terdapat ribuan bahkan jutaan biji. Biji tersebut memiliki ukuran yang sangat halus. Warnanya bisa kuning sampai cokelat. Karena ukurannya yang sangat kecil, ini membuat bijinya mudah terbawa angin. Biji anggrek tidak memiliki endosperm sebagai cadangan makanan. Sehingga untuk dapat tumbuh, di alam biji anggrek melakukan simbiosis dengan jamur.

Penggolongan Anggrek Berdasar Tipe Pertumbuhan Anggrek

1. Monopodial
Anggrek monopodial hanya memnpunyai satu batang dan juga satu titik tumbuh. Bunganya tumbuh di ujung batang. Anggrek jenis monopodial dapat diperbanyak menggunakan cara stek batang atau dengan biji. Contoh anggrek monopodial yaitu Vanda sp., dan Phalaenopsis sp.

2. Simpodial
Anggek jenis simpodial memiliki banyak titik tumbuh. Tunas muncul dari batang utama. Bunga bisa muncul di pucuk dab juga dari sisi batang. Batangnya dapat menyimpan air, cadangan makanan ataupun umbi semu.Ia dapat diperbanyak menggunakan cara split, pemisahan keiki, biji. Beberapa anggrek yang termasuk ke dalam jenis anggrek simpodial yaitu Dendrobium sp., Cattleya sp.

Penggolongan Anggrek Berdasar Tempat Tumbuh Anggrek


1. Anggrek Epifit
Anggrek epifit adalah anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain namun tidak merugikan tanaman lain. Anggrek ini membutuhkan perlindungan dari cahaya matahari langsung. Akarnya dapat menyerap sumber makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Jenis anggrek yang termasuk ke dalamnya yaitu Vanda sp., Cattleya sp., Dendrobium sp., Phalaenopsis sp.
2. Anggrek Terestial
Anggrek jenis ini tumbuh di atas tanah. Ia membutuhkan cahaya matahari langsung. Akarnya dapat mengambil air dan sumber hara dari tanah. Contoh jenis anggrek yang termasuk kedalamnya yaitu Phaius sp.

3. Anggrek Saprofit
Anggrek saprofit tumbuh pada media yang mengandung humus. Ia hanya membutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil. Contoh : Goodyera sp.

4. Anggrek Litofit
Anggrek litofit, sesuai namanya litofit yang artinya batuan. Jadi anggrek jenis ini tumbuh di batu-batuan. Ia tahan terhadap cahaya matahari penuh. Anggrek jenis ini menapatkan air dan makanan dari hujan, udara, humus. Jenis anggrek yang termasuk ke dalam golongan ini yaitu Paphiopedilum sp.

Habitat Anggrek

Anggrek dapat tumbuh di tempat yang memungkinkan. Misalnya seperti tanah yang berhumus, rawa-rawa, batu cadas pasir, pohon dan akar tanaman. Mayoritas anggrek merupakan tanaman bunga tropis, dan sebagian besar adalah sub tropis.

Anggrek dapat hidup di berbasgasi tempat dengan ketinggian yang berbeda. Ada yang hidup dengan cara epifit atau menumpang pada tanaman lain. Ada yang hidup di tanah atau anggrek teresterial. Anggrek tidak merugikan tanaman inangnya. Ia juga dapat melakukan proses fotosintesis. Untuk mendapat airnya yaitu dari hujan atau kelembaban udara lingkungan. 

Jenis-Jenis Anggrek

Anggrek memiliki bentuk yang sangat beragam. Selain itu, warna yang dimiliki pun tergolong sangat indah. Bunga anggrek memiliki harga jual tinggi. Ia merupakan jenis tanaman yang memuliki banyak jenis.

Kebanyakan tanaman anggrek adalah tanaman epifit. Terutama untuk anggrek yang hidup di daerah beriklim tropis. Sedangkan utnuk tanaman anggrek yang hidup i iklim sedang umumnya tumbuh di atas tanah.

Berikut ini adalah beberapa jenis anggrek yang terkenal di Indonesia.

1. Anggrek tebu


Gambar Anggrek Tebu


Anggrek tebu memiliki nama latin Grammatophyllum speciosum. Ia merupakan jenis anggrek terbesar diantara jenis anggrek yang lain. Anggrek tebu beratnya dapat mencapai lenih dari 1 ton. Panjang malainya dapat mencapai 3 meter dan berdiameter sekitar 1,5-2 cm. Karena inilah, anggrek tebu digadang sebagai anggrek terbesar dan terberat.

Ciri-ciri anggrek tebu yaitu ukurannya yang tergolong besar. Malai uang dimilikinya tumbuh mencapai ketinggian 2,5 – 3 meter dan berdiameter 1,5-2 cm. Pada setiap malai dapat memiliki kuntum bunga yang jumlahnya dari puluhan sampai seratus. Bunga tersebut memiliki diameter sekitar 10 cm. Batangnya mirip dengan batang yang dimiliki tebu. Bunga anggrek tebu berwarna kuning. Pada bunganya juga terdapat bintik-bintik berwarna coklat, merah atau merah kehitam-hitaman.

2. Anggrek bulan

Gambar Anggrek Bulan

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu bunga nasional Indonesia. Ia ditetapkan sebagai Puspa Pesona Indonesia. Selain anggrek bulan juga ada bunga puspa pesona lainnya yaitu bunga melati (Jasminum sambac) dan padma raksasa (Raflesia arnoldii).

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) adalah salah satu anggota genus Phalaenopsis. Genus ini pertama kali ditemukan oleh Dr. C.L. Blume, sei=orang ahli botani dari Belanda. Phalaenopsis sedikitnya memiliki 60 jenis dengan 140 varietas. Dan sebanyak 60 dari varietas tersebut terdapat di Indonesia.

Anggrek bulan juga memiliki banyak nama daerah. Misalnya anggrek wulan di daerah Jawa dan Bali, anggrek terbang di daerah Maluku, dan anggrek menur di daerah Jawa.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) memiliki ciri khas berupa kelopak bunga yang lebar dan warna putih. Saat ini, anggrek bulan sudah memiliki banyak hasil persilangan dengan beragam corak dan warna.

Anggrek bulan tergolong ke jenis anggrek monopodial. Ia memerlukan sedikit cahaya matahari. Daun berwarna hijau dan berbentuk memanjang. Akarnya berwarna putih, berbentuk bulat memanjang dan berdaging. Bunganya memiliki sedikit keharuman. Waktu mekar bunga anggrek bulan lama dan dapat memiliki diameter hingga 10 cm lebih.

3. Anggrek kantung kolopaking


Gambar Anggrek Kantung Kolopaking

Bunga anggrek kantung kolopaking mempunyai nama latin Paphiopedilum Kolopakingii. Jenis anggrek ini hanya tumbuh di daerah lembab. Anggrek kantung kolopaking ini memiliki bentuk unik sehingga menjadikannya berbeda dari tanaman satu Familinya.

Anggrek Kantung Kolopaking memiliki daun berwarna hijau tua, bentuknya seperti pita dan membulat pada ujungnya. Panjang daun mencapai 20 - 80 cm dan lebar 5 - 12 cm. Tangkai bunganya yaitu sekitar 45-90 cm dengan jumlah kuntum bunga sebanyak 15-19. Tangkainya berwarna hijau kekuningan. Bunganya berukuran 8-16 cm. Bunganya mempunyai kelopak dengan warna putih yang dipadukan garis-garis coklat merah. Terdapat warna coklat tua pada bagian urat.

Anggrek Kantung termasuk ke dalam tanaman dengan keterancaman tinggi. Hal ini disebabkan dikarenakan tanaman anggrek memiliki harga jual tinggi. Sehingga ada orang yang nenperjualbelikan jenis anggrek ini secara bebas dan dapat  di ekspor ke luar negeri secara illegal. Namun sebenarnya bunga ini adalah jenis anggrek yang tidak boleh diperjualbelikan.

4. Anggrek hartinah



Anggrek hartinah memiliki nama lain Cymbidium hartinahianum. Ia merupakan salah satu jenis  anggrek endemik Sumatera Utara. Anggrek ini pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Samosir, Sumatera Utara. Anggrek hartinah disebut juga dengan Anggrek Tien Soeharto. Ia merupakan anggrek tanah yang hidup merumpun.

Anggrek Hartinah menyukai tempat terbuka dan diantara rerumputan serta tanaman lain seperti jenis paku-pakuan, kantong semar, dan lain-lain. Ia dapat tumbuh pada ketinggian 1.700 mdpl.

Anggrek hartinah mempunyai daun berbentuk pita, bagian ujungnya meruncing, memiliki panjang 50-60 cm. Bunganya berbentuk bintang dan bertekstur tebal. Bunganya memiliki daun kelopak dan daun mahkota yang besarnya hampir sama, permukaan atas berwarna kuning kehijauan dan permukaan bawah kecoklatan dengan warna kuning di bagian tepi.

5. Anggrek larat

Gambar Anggrek Larat

Anggrek Larat memiliki nama latin Dendrobium phalaenopsis. Ia tergolong ke dalam jenis anggrek langka dari Maluku. Anggrek Larat bahkan merupakan salah satu dari 12 spesies anggrek langka yang dilindungi. Anggrek Larat ini telah ditetapkan sebagai flora identitas di provinsi Maluku.

Anggrek Larat pertama kali di temukan di pulau Larat, Maluku. Ia dapat tumbuh baik di daerah panas dengan ketinggian antara 0 – 150 m dpl. Pada habitat aslinya, tanaman ini tumbuh di pohon-pohonan dan karang-karangan kapur dengan sinar matahari cukup.

Anggrek Larat memiliki batang berbentuk gada. Pada batang bagian pangkal berukuran kecil, membesar pada bagian tengah dan mengecil kembali pada ujungnya. Daunnya berbentuk lanset dan pada ujung tidak simetris. Daunnya memiliki panjang sekitar 12 cm dan lebar sekitar 2 cm.

Anggrek Larat memilki bunga berwarna ungu pucat sampai ungu tua. Bungnya terseusun dalam tandan. Tandan bung memilki panjang kurang lebih 60 cm. Pada tiap tandan memiliki sebanyak  6 – 24 kuntum bunga. Masing-masing bunga bergaris tengah kurang lebih 6 cm. Daun Kelopak berbentuk lanset dengan warna keunguan. Daun Mahkotanya lebih pendek, namun lebih lebar dibanding kelopak bunganya. Buahnya berbentuk jorong dengan panjang 3,2 cm. Sayangnya amun bunganya jarang yang berhasil menjadi buah.

6. Anggrek hitam


Anggrek hitam memiliki nama latin Coelogyne pandurata. Ia merupakan salah satu spesies anggrek yang juga dilindungi di Indonesia. Anggrek hitam ini dilindungi oleh pemerintah karena sudah terancam kepunahan. Tanman ini menjadi flora identitas atau maskot dari provinsi Kalimantan Timur.

Populasi anggrek hitam di habitat asli semakin langka. Populasinya mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini dikarenakan luas hutan yang semakin menyusut. Selain itu, kelangkaannya ini juga dikarenakan perburuan untuk dijual kepada para kolektor anggrek.

Anggrek hitam memiliki ciri khas. Pada bagian bunganya memiliki lidah ayng berwarna hitam. Di Kalimantan Timur, Anggrek hitam ini memilkiki namadaerah "Kersik Luai”. Namun selain hidup di Kalimantan Selatan, jenis anggrek hitam juga ditemukan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Mindanao, Pulau Luzon dan Pulau Samar Filipina.

7. Anggrek serat

Gambar Anggrek Serat

Anggrek Serat memiliki nama latin Diplocaulobium utile (dulunya memiliki nama latinDendrobium utile). Anggrek ini adalah flora maskot dari provinsi Sulawesi Tenggara. Anggrek serat memiliki umbi semu yang mengandung serat. Seratnya ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman. Namun dikarenakan eksploitasi berlebihan, anggrekini semakin sulit ditemukan.

Anggrek serat adalah jenis anggrek epifit. Ia hidup menempel di batang pohon. Anggrek ini  memiliki pertumbuhan akar yang membentuk rhizome merambat dan bentuknya roset seperti paku sarang burung. Umbi semu pada anggrek serat tumbuh memanjang dan  memiliki warna hijau kekuningan yang mengkilat. Di bagian ujung umbi terdapat sehelai daun kecil yang berbentuk lanset berwarna hijau.

Itulah beberapa jenis anggrek yang populer di Indonesia. Namun sebenarnya masih banyak jenis anggrek yang lainnya.